Sedang menyemangati diri sendiri \(-_-)/ inspiration, please come on!
Rasa kaget, bahagia, haru bercampur jadi satu ketika mendengar kabar ini. Ada seorang senior saya, Irma Syafitri, anak FT 2005, baru saja diterima S2 di jurusan Fashion Design di Itali. Dari jurusan teknik pindah ke seni, gimana gak sangat banting setir?
Ceritanya dulu dia pernah ikut pertukaran pelajar di Jepang bidang komputasi material. Justru setelah pulang dari Jepang, dia menyadari kalo dia mempunyai passion di bidang fashion. Dan dia memang punya bakat di situ. Saya melihat beberapa hasil rancangannya & tidak kalah dengan rancangan desainer yang sering saya lihat di majalah (geek sok-sokan ngomongin fashion :p). Setelah lulus, kirain dia akan bekerja sambil menjalankan bisnis butik online-nya. Suatu hari, dia tidak sengaja melihat info pendaftaran S2 di Itali & mendaftarlah dia ke sana. Diapun diterima di sana, bahkan mendapat beasiswa 50% tuition fee.
Sebelum dia diterima, saya menyaksikan sendiri bagaimana galaunya dia menghadapi tekanan dari keluarga, teman, masyarakat sekitar. Ya biasalah, udah lulus kok gak segera kerja =.= Diapun berinisiatif membuka butik online untuk mendapat penghasilan. Kemudian menghadapi tekanan gara-gara passion yang dia miliki di bidang yang berbeda jauh dari akademiknya. Saya selalu beranggapan kalo dari FT pindah ke Mesin atau Elektro aja udah banting setir, apalagi ini!? Namun dia tidak menyerah pada keadaan dan semuanya pun berakhir dengan indah. Dia mendapatkan sesuatu yang pantas dengan usaha yang telah dia lakukan.
Jadi, yang salah itu bukan impian kita. Apakah impian kita itu aneh, nyeleneh, mustahil, banting setir, pindah jurusan, semua itu bukan masalah. Percayalah, Allah akan mengabulkan keinginan kita itu, jika memang itulah yang terbaik bagi kita.
Masalahnya adalah sekuat apa usaha kita untuk memperjuangkan impian kita itu. Seberapa besar pengorbanan yang akan kita lakukan untuk mengubah impian itu menjadi sebuah kenyataan. Keinginan yang kuat saja tidak cukup.
Saya sudah mengetahui impian saya dari jaman lulus SMA namun sampai sekarang tidak kunjung kesampaian & cenderung terdistraksi. Dan mungkin baru kembali ke jalan yang benar ketika tingkat IV kuliah (udah telat banget). Kenapa? Karena memang saya lemah kemauan & sama sekali tidak memiliki stategi, langkah-langkah terperinci yang harus dilakukan. Dan impian saya juga masih sangat luas, kurang terfokus di satu bidang.
Pak Budiono pernah bilang di kelas Epro, coba buat pertanyaan 5W 1H dari impian kamu itu. What Where When Who Whom How (terserah urutan & bentuk pertanyaannya sih). Intinya untuk membuat impian kita menjadi lebih detail & terfokus sehingga kita bisa memikirkan strategi apa yang harus kita lakukan. Kalo kamu bisa menjawab semuanya, berarti kamu udah siap mewujudkan impian kamu.
Semua bermanfaat bagi kalian semua! \(^o^)/ Bagi yang belum menemukan impian kalian, segeralah temukan. Bagi yang sudah, teruslah berusaha & berdoa!